PT. Akses Pelabuhan Indonesia

Bisnis

PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) merupakan anak perusahaan dari PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI) dan PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP) yang didirikan pada tanggal 4 Agustus 2014. Pendirian API oleh PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPC dipicu oleh kebutuhan akses darat dengan kapasitas dan kualitas yang memadai untuk mendukung pengembangan Pelabuhan New Priok Kalibaru, IPC melalui PPI dari tahun 2012 mulai melakukan konstruksi Pelabuhan New Priok Kalibaru berupa terminal kontainer dengan kapasitas sampai 12.5 teus/tahun dan terminal curah cair (petrolium) sebesar 10.000 metric ton/tahun.  Target awal yang dibebankan pada API adalah melakukan akuisisi saham Jalan Tol cibitung-cilincing yang dimiliki oleh perusahaan Malaysia. sebuah jalan tol yang sangat strategis bagi pelabuhan Tanjung Priok menghubungkan dengan hinterland utama berupa daerah industri di arah timur.

Bagi IPC bahkan secara Nasional API adalah pioneer dalam bidang penyediaan jalan akses khusus dan/atau jalan tol kepelabuhan dan fasilitas pendukungnya yang pada tahap awal dibuat untuk mendukung akses menuju pelabuhanpelabuhan di lingkungan IPC dan di tahap berikutnya tidak tertutup kemungkinan untuk mendukung akses menuju pelabuhan-pelabuhan di luar IPC.

9

2014

PT Akses Pelabuhan Indonesia (API) merupakan anak perusahaan dari PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (PPI) dan PT Pelabuhan Tanjung Priok didirikan pada tanggal 4 Agustus 2014, dengan tujuan utama adalah akuisisi Jalan Tol Cibitung Cilincing (JTCC) untuk terlibat dalam penyediaan Worldclass Port Access ke lokasi Pelabuhan Pelabuhan Tanjung Priok, terutama pelabuhan New Priok Kalibaru.

9

2015

Dalam rangka pencapaian tujuan untuk menyediakan akses ke pelabuhan utama IPC, yaitu pelabuhan Tanjung Priok, API menetapkan aksi korporasi pertama yaitu akuisisi kepemilikan saham di Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Jalan Tol Cibitung Cilincing (JTCC) yang pada mulanya 90% sahamnya dimiliki oleh MTD Capital Berhard-Malaysia dan partner lokal PT Nusacipta Etika Pratama sebesar 10%. Transaksi akuisisi dapat diselesaikan pada September 2015 dimana API berhasil membeli 45% saham berupa saham baru berdasarkan nilai buku.

Sehingga kepemilikan PT MTD CTP Expressway (MTDX)menjadi:

MTD Capital Berhard (MTDC)   : 50%

PT Akses Pelabuhan Indonesia (API)  : 45%

PT Nusacipta Etika Pratama (NEP)  : 5%

9

2016

API fokus membantu pembebasan lahan JTCC di MTDX. Pada saat sebelum akusisi, sejak memperoleh konsesi JTCC tahun 2007 MTDX hanya mampu membebaskan tanah 14 Hektar. Sejak masuknya API sebagai pemegang saham baru di akhir tahun 2015, MTDX berhasil melakukan percepatan pembebasan lahan dan di akhir tahun 2016 lahan masyarakat yang berhasil dibebaskan telah mencapai 70 Hektar. Sebetulnya kemampuan Tim lapangan (P2T dari BPN dan PPK Pengadaan Lahan JTCC) dibantu staf MTDX untuk membebaskan lahan sangat bagus namun terkendala oleh ketersediaan dana pengadaan lahan yang menjadi kewajiban Pemerintah. Untuk mengatasi keterbatasan dana Pemerintah digunakan mekanisme dana talangan BUJT yang akan diganti oleh Pemerintah. Di tahun 2016 MTDX merealisasikan Pengadaan lahan menggunakan dana talangan yang sangat terbatas sebesar Rp. 289 miliar karena masih belum jelasnya kecepatan Pemerintah untuk melakukan penggantian dana talangan yang sudah dikeluarkan BUJT.Selain proyek JTCC, API juga berusaha memberikan solusi kepada IPC atas dua persoalan akses ke pelabuhan Tanjung Priok/Kalibaru sebagai berikut:-

Berusaha mendapat kontrak (penugasan) dari IPC untuk mendapatkan Kompensasi dari Pemerintah sebagai pemilik proyek pengembangan Jalan Tol Akses Tanjung Priok atas penggunaan tanah HPL Tanjung Priok seluas 13.5 Ha.-

Berusaha mendapat kontrak (penugasan) dari IPC untuk mengelola proyek pengembangan jalan akses Timu Kalibaru atau New Priok East Access (NPEA) yang menghubungkan langsung JTCC menuju New Priok Kalibaru.

9

2018

Pada tahun 2018 ini ada perkembangan signifikan di MTDX, yaitu dengan masuknya PT Waskita Toll Road (WTR) menjadi pemegang saham MTDX menggantikan seluruh 55% saham MTDX dan NEP yang mencapai closing di bulan Mei 2017 dan merubah nama MTDX menjadi PT cibitung Tanjung Priok Port Tollways (cTP). 45% saham yang lain tetap dimiliki API.

Visi Perusahaan

“Menjadi pengembang jalan akses Pelabuhan (berupa Jalan Tol atau jalan non Tol) dalam  rangka peningkatan efisiensi biaya logistik di Indonesia”

Program kerja :

  1. Akuisisi saham perusahaan pemilik konsesi jalan tol koneksi ke pelabuhan
  2. Inisiasi investasi jalan akses ke Pelabuhan baik Tol maupun non Tol bekerjasama dengan partner strategis.

Misi Perusahaan

“Memperlancar arus barang dari area industri dan menuju pelabuhan untuk mengurangi biaya logistik nasional”

 

Sasaran Kerja Elemen dari Misi:

  1. Menyediakan akses jalan baik tol maupun non tol sehingga mempercepat pergerakan logistik nasional.
  2. Memberikan nilai tambah kepada setiap stakeholder, dan keuntungan bagi shareholder, menciptakan iklim kerja yang kondusif bagi karyawan dan memberikan kontribusi bagi pembangunan.

Struktur Grup

PT. Akses Pelabuhan Indonesia

Profil Komisaris dan Direksi

Profil Komisaris

Eko Afrilianto

Komisaris Utama

Kewarganegaraan : Indonesia
Usia : 45 tahun
Domisili : Bekasi

Pendidikan

  • Magister Administrasi Bisnis dari Kuhne Logistics University, Hamburg, Jerman (2015)
  • Magister Filosofi dari Yokohama National University, Jepang (2007)
  • Magister Teknik dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (2001)
  • Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB) (1998)

Pengalaman Kerja

  • Direktur Engineering PT Pengembang Pelabuhan Indonesia (2019)
  • VP Manajemen Risiko Kantor Pusat (2018-2019)
  • SVP Konstruksi Sipil (2016-2017)
  • SM. Perencanaan Teknik Kantor Pusat (2014-2016)
  • Manager Teknik Cabang Pelabuhan Tanjung Priok (2011-2013)
  • Manager Teknik & Sistem Informasi Cabang Pelabuhan Palembang (2010-2011)

Rangkap Jabatan

Dasar Pengangkatan

Diangkat pertama kali tahun 2019 berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham tanpa melalui Rapat Umum
Pemegang Saham Nomor: PPI-623-22072019 dan Nomor HK.55/23/7/2/PTP-19 tanggal 23 Juli 2019.

Hubungan Afiliasi

Tidak memiliki hubungan afiliasi.

Tidak memiliki saham perusahaan.

Profil DIREKSI

Iwan Ridwan

Direktur Utama

Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat, Tanggal Lahir : Bandung, 21 Mei 1965
Usia : 54 tahun

Pendidikan

  • Magister Jalan Raya dan Transportasi dari Institut Teknologi Bandung
  • Insinyur Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung

Pengalaman Kerja

  • Direktur PT Citra Ganesha Marga Nusantara Cikampek Padalarang Toll Road Company (2003-2013)
  • Asisten Direktur PT Citra Ganesha Marga Nusantara Cikampek Padalarang Toll Road Company (1990-2003)

Rangkap Jabatan

Komisaris Utama PT Cibitung Tanjung Priok Port Tollways (2015-sekarang)

Dasar Pengangkatan

Diangkat pertama kali tahun 2015 berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham tanpa melalui Rapat Umum Pemegang Saham Nomor: PPI-623-000595 dan Nomor: UM.339/24/4/14/PTP-15 tanggal 24 April 2015 hingga 2019.
Diangkat kembali berdasarkan Keputusan Para Pemegang Saham di Luar Rapat Umum Pemegang Saham (Sirkuler) Nomor: PPI-623-22072019-010 dan Nomor HK.55/22/7/2/PTP-19 pada tanggal 22 Juli 2019.

Hubungan Afiliasi

Tidak memiliki hubungan afiliasi.

Tidak memiliki saham perusahaan

Nofal Hayin

Direktur Operasi dan Pengembangan Bisnis

Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat, Tanggal Lahir : Manado, 27 November 1971
Usia : 47 tahun

Pendidikan

Beliau mendapatkan gelar sarjana teknik dari Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 1995 kemudian mendapatkan gelar Master dari Universitas Gadjah Mada tahun 1998 dalam bidang Bisnis Internasional. Beliau kembali memiliki gelar Master dari Universitas Kuhne Logistic University di Hamburg dalam bidang Leadership & Logistic tahun 2017.

Pengalaman Kerja

Beliau memiliki pengalaman sebagai Ketua Kopegmar Tanjung Priok tahun 2011 sampai 2017. Beliau menjabat sebagai Junior specialist SDM & hukum IPC di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) tahun 2017.  Pada tahun yang sama, Beliau merangkap jabatan sebagai Junior chief specialist PT PPI. Pertama kali bergabung dengan API pada tahun 2017 sebagai Direktur keuangan dan SDM.

Dasar Pengangkatan

Akta No.22 tanggal 16 Oktober tahun 2017.

Hubungan Afiliasi

Tidak memiliki hubungan afiliasi.

Agus Edi Santoso

Direktur Keuangan dan SDM

Kewarganegaraan : Indonesia
Tempat, Tanggal Lahir : Kebumen, 20 Agustus 1972
Usia : 48 tahun

Pendidikan

Beliau mendapatkan gelar Sarjana Ilmu Ekonomi Manajemen dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1997. Kemudian melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan gelar Master of Science pada tahun 2006 dari World Maritime University.

Pengalaman Kerja

Dasar Pengangkatan

Hubungan Afiliasi

Tidak memiliki hubungan afiliasi.